Jejak Macan Tutul Terdeteksi Masuk Kawasan Hutan Tangkuban Parahu

Nahas, setelah tiga hari dilakukan karantina, hewan tersebut menjebol atap kandang dan lepas di kawasan kebun binatang tersebut sebelum akhirnya bisa keluar dari kawasan wisata itu dan membuat warga Lembang dan sekitarnya was-was

BANDUNG– Macan tutul yang kabur dari penangkaran Lembang Park & Zoo, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat masih belum bisa ditangkap. Macan yang kabur pada 28 Agustus 2025 lalu ini terus dilacak keberadaannya agar tidak masuk ke permukiman warga.

Berikut adalah fakta dan kronologis lepasnya si kucing besar ini hingga membuat geger warga Lembang dan sekitarnya.

Hasil Evakuasi Dari Kuningan

Macan tutul ini ternyata dievakuasi setelah ditemukan bersembunyi di Balai Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan. Hewan itu kemudian dikarantina dan diobservasi di Lembang Park & Zoo lantaran di penangkaran Cikembulan Garut belum memadai untuk melakukan itu.

Nahas, setelah tiga hari dilakukan karantina, hewan tersebut menjebol atap kandang dan lepas di kawasan kebun binatang tersebut sebelum akhirnya bisa keluar dari kawasan wisata itu dan membuat warga Lembang dan sekitarnya was-was.

 

Akan Kembali Dilepas Liarkan di Kawasan Hutan Gunung Ciremai Sebagai Habitat Aslinya

Macan Tutul berusia tiga tahun itu rencananya akan dilepas liarkan setelah menjalani masa karantina tiga hari di Lembang Park & Zoo, Lembang. Namun, dihari terakhirnya itu, macan tutul itu kemudian diketahui lepas selepas subuh. Hewan liar itu kemungkinan besar mengalami stress dengan lingkungan baru hingga mampu menjebol atap kandang.

 

Evakuasi Libatkan Banyak Pihak

BKSDA hingga pihak kepolisian turun tangan untuk mengamankan mamalia karnivora ini. Polisi sampai-sampai harus menurunkan unit K9 untuk melacak keberadaan hewan itu.

Petugas yang melakukan penyisiran pun menggunakan teknologi modern dengan menggunakan drone termal untuk mendeteksi pergerakan macan tutul itu.

Lepas dan Diduga Masuk ke Gunung Tangkuban Parahu

Setelah beberapa hari masih terdeteksi berada di Kawasan Lembang Park & Zoo, Macan tutul itu diduga kabur ke kawasan hutan lindung di Gunung Tangkuban Parahu.

Hewan itu terdeteksi masuk semakin dalam ke hutan tersebut. Bahkan petugas menyebut hewan itu cenderung menghindari keramaian dengan mencari habitat yang lebih nyaman.

Terlebih, jarak dari Lembang Park & Zoo ke kawasan hutan hanya sejauh 800 meter. Sehingga diduga kuat ia sudah keluar dari Kawasan Lembang Park & Zoo dan masuk ke kawasan hutan tersebut.

Observasi Berlanjut

Meski diketahui sudah masuk ke kawasan hutan, petugas gabungan terus melakukan observasi di sekitar kawasan hutan Gunung Tangkuban Parahu. Petugas melakukan observasi dengan menelusuri jejak cakar hingga kotoran untuk melacak arah pelarian.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *